Memotret Makassar dan Senja dari Laut Losari

Setelah cukup lama saya tidak memotret serius, sore ini saya berada di Losari. Dalam dua tahun terakhir, kamera hanya digunakan untuk mengabadikan momen dokumentasi. Tentu tidak banyak tantangan, selain tuntutan mengambil momen pada waktu yang tepat, atau pada sudut pengambilan yang “tidak semua orang bisa menempatinya”.

Kamis, 3/10/2019, saya diajak oleh kolega di kampus untuk ikut field trip Phinisi. Ini bagian dari mata kuliah Kajian Kebijakan Maritim. Tujuannya sederhana saja, mengenalkan bagaimana suasana laut dari atas kapal Phinisi yang terkenal itu.

Meskipun Indonesia adalah negara maritim, namun tidak banyak lagi anak-anak muda yang pernah merasakan kehidupan laut. Dalam keseharian, kita memang tahu ada laut di sekitar kita. Namun, tidak banyak yang pernah naik kapal laut. Apalagi, kapal layar tradisional seperti Phinisi ini.

Tapi, sebaiknya saya tidak usah berlama-lama pada bagaimana proses kuliah di kapal Phinisi. Teman-teman di Tribun Timur telah menuliskannya cukup lengkap disini. Bahkan lengkap dengan videonya disini.

Perjalanan sore ini dirancang sangat singkat. Hanya sekitar dua jam. Paling tidak, anak-anak bisa merasakan “mabuk laut” (lol) bagi yang belum tahu rasanya. Semua peserta trip berkumpul di Anjungan Pantai Losari. Kapal mulai bergerak pada sekitar pukul 16.30, ketika matahari masih cukup tinggi.

Penampakan Kota Makassar pada waktu sore hari, ketika matahari menyorotinya dari “depan”.

Dari arah laut, Kota Makassar tampak indah. Meskipun setiap hari warganya begelut dengan berbagai persoalan kota, namun ketika beranjak dari daratan dan melihat kota dari laut, terasa ada yang berbeda. Kota ini sebenarnya indah.

Saya merasa kaku mengabadikan momen-momen ini. Juga ketika Phinisi yang kami tumpangi mulai memutari pulau-pulau spermonde, dan melewati beberapa kapal barang yang parkir. Hingga saatnya matahari terbenam, dan kami menyaksikannya dari tengah laut.

Saya selalu teringat kata seorang fotografer ketika saya ikut semacam workshop memotret bertahun-tahun silam. Sunset adalah obyek masterpiece. Ada begitu banyak, mungkin telah jutaan, orang yang memotret suasana matahari terbenam. Tantangan terbesar memotret obyek masterpiece adalah mencari momen atau sudut atau mungkin teknik yang belum pernah orang lain terapkan. Dan itu sangat sulit.

Maka, inilah beberapa gambar yang sempat saya hasilkan dari jalan-jalan sore di atas Phinisi, mengitari pelataran Kota Makassar.(*)

Obyek ini aslinya terbalik. Setelah dipotret, perlu di-flip horisontal.

Kapal-kapal barang yang bergerak menyisakan banyak polusi.

Salah satu Landmark Makassar warisan Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

0Shares