Unhas Gelar Seminar Bahas Peluang dan Peran Profesi Aktuaris

Universitas Hasanuddin melalui Program Studi Aktuaria Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) kerjasama dengan READI (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia) dan University of Waterloo menyelenggarakan seminar AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) Goes To Campus.  Tema yang diangkat adalah “Peluang dan Peran Aktuaris di Asuransi Umum”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Ipteks Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (14/02).

Panitia penyelenggara menghadirkan beberapa narasumber yakni Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc (Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya), Dody A.S. Dalimunthe MBA., (Executive Director of AAUI), Dian Augustini, S.E., M.Si (READI Co-Operative Education Officer) dan Dr. Amran, S.Si., M. Si., (Ketua Program Studi Ilmu Aktuaria Unhas).

Dr. Amran, M. Si., yang juga merupakan ketua panitia, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas, terutama mahasiswa mengenai profesi aktuaris, peluang maupun tantangan seorang aktuaris. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang memiliki bidang ilmu serupa atau tertarik dengan bidang ilmu tersebut dapat mengenal secara detail terkait profesi aktuaris.

“Aktuaris merupakan profesi yang menjanjikan. Namun, masih ada beberapa kalangan yang belum mengetahui secara detail akan hal ini. Melalui kegiatan ini masyarakat luas khususnya mahasiswa bisa mengetahui peluang kerja dari profesi aktuaris,” jelas Amran.

Amran berharap dengan memahami profesi aktuaris dan peluang kerjanya, masyarakat semakin banyak yang tertarik untuk mempelajari dan menekuni bidang ini. Apalagi, dewasa ini kebutuhan perusahaan terhadap profesi aktuaris cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Untuk persiapan lulusan mahasiswa Unhas terutama Prodi Aktuaria, kami sebagai pengelola berupaya untuk mempersiapkan kurikulum sesuai kebutuhan. Kita berkonsultasi dengan asosiasi untuk bersama-sama merumuskan kurikulum. Kegiatan seperti ini akan kami lakukan secara intensif, kuliah umum dengan menghadirkan profesi aktuaris, agar mahasiswa mengetahui realitas di lapangan, tidak hanya menerima teori saja,” tambah Amran.

Dody A.S. Dalimunthe MBA., salah satu narasumber sekaligus Executive Director of AAUI, dalam kesempatannya menjelaskan bahwa saat ini peluang profesi aktuaris sangat banyak dibutuhkan oleh perusahaan asuransi. Profesi ini berperan dalam perkembangan industri asuransi umum di Indonesia.

“Lingkup kerja aktuaria ini sangat luas, setiap perusahaan asuransi diamanahkan untuk memiliki seorang aktuaris. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dimana setiap perusahaan asuransi maupun reasuransi wajib memperkerjakan aktuaris. Ini profesi yang sangat menjanjikan,” jelas Dody.

Untuk Unhas sendiri, Program Studi Ilmu Aktuaria sudah ada sejak tahun 2019 dibawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMipa). Unhas melihat bahwa prodi ini merupakan salah satu prodi inovatif yang memiliki peluang kerja yang luas.

Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih 100 peserta dari kalangan akademisi maupun konsultan perusahaan berlangsung hingga pukul 12.00 Wita.(*)

 

admin